
Jumlah pemain netbook kian hari kian ramai saja. Bahkan pemain papan atas sekaliber Toshiba pun akhirnya tak tahan melihat keramaian notebook mungil tersebut. Maka diumumkanlah kehadiran netbook-nya, NB100.
Fasilitas dan spesifikasi NB100 ini mirip merek-merek lain yang sudah meluncur lebih dulu. Untuk prosesor misalnya, digunakan Intel Atom N270 1,6GHz. Spesifikasi lainya mencakup RAM 1GB, harddisk 120GB, kamera Web 1,3MP, fitur Wi-Fi 802.11b/g dan Bluetooth 2.1 with EDR. Selain itu tersedia tiga port USB, satu port VGA-out, serta SD card reader, jack LAN 10/100Mbps dan jack untuk mikropon dan headphone.
Untuk layar, NB100 memamerkan ukuran 8,9” dengan resolusi 1024x600. Alasan pemilihan 8,9”, bukan 10” seperti yang dilakukan sebagian pemain netbook lain, tutur David Woon (Senior Specialist, Product Marketing, South & SEA Computer Systems Division, Toshiba Singapore Pte. Ltd),, dikarenakan agar konsumen mudah membedakan antara netbook dan notebook Toshiba. “Soalnya Toshiba punya notebook berukuran 12”, jelasnya. Ia menegaskan, netbook NB100-nya tidak akan merebut porsi notebook Toshiba yang berteknologi Intel Centrino atau smartphone. “Yang ini untuk konsumen yang sangat peduli akan budget,”tukas David.
Ukuran 8,9”, tandas David, pas untuk netbook yang ditujukan sebagai PC sekunder. Ringan, tidak terlalu besar untuk dibawa-bawa, serta lebih baik untuk kegiatan ber-Internet, katanya.
Netbook yang casing-nya berwarna mengilat ini – ada dua piliha: cosmic black dan champagne gold - berbobot 1,1kg. Ditilik dari spesifikasinya, memang tak ada – selain harddisk 120GB- yang membuat netbook Toshiba NB100 ini benar-benar menonjol. Jadi di mana letak daya pikat netbook Toshiba?
Disebutkan oleh Gunawan Nugroho (President Director, PT Techking Enterprises Indonesia), kelebihan utamanya memang lebih ditekankan pada nama besar merek Toshiba. Sampai sekarang, reputasi Toshiba di dunia notebook memang sangat baik.
Yang juga menarik, khususnya di saat kurs dollar belum stabil sekarang, adalah diterapkannya harga jual netbook dalam mata uang Rupiah. “Kami selalu jual dalam rupiah sehingga harganya tidak akan berfluktuasi walaupun dollar naik. Kustomer tidak perlu menunda pembelian untuk menunggu nilai tukar yang bagus,” tegas Gunawan.
Sayangnya dibandingkan saingan-saingannya, harga netbook yang dilengkapi Windows XP Home dan speaker stereo ini cukup mahal, yakni Rp 7 juta. Selain itu ada sedikit keterbatasan, yakni RAM-nya bersifat on-board dan tidak bisa di-upgrade. Untunglah ada pengimbangnya. Berbeda dengan rata-rata netbook lain, Toshiba mengemaskan batere 4-cell, bukan 3-cell. Karena itu masa pakai netbook pun bisa lebih panjang. “Tiga setengah jam,” kata David.
Anda tertarik ingin memilikinya? Hmm, harap bersabar sedikit karena netbook ini baru akan tersedia di pasar pada minggu ke-3 atau ke-4 Desember mendatang.
“ Kami memang tidak akan terlalu agresif untuk netbook, walaupun netbook diharapkan akan bisa memberikan kontribusi 5% terhadap total pendapatan penjualan notebook Toshiba di tanah air,” tambah Gunawan.
To Continue Read, Click Here...
Monday, May 04, 2009
Toshiba NB100, Netbook dengan Harga Stabil
Sebuah Netbook dari Gateway
Masih ingat Gateway? Beberapa tahun lalu, merek yang memamerkan gambar sapi ini pernah begitu populer di dunia. Kini merek itu nyaris terlupakan dari ingatan pengguna komputer.
Namun kalau Anda masih percaya pada kebesaran nama Gateway, ada tawaran produk baru: sebuah netbook baru yang diberi nama Gateway LT1001G. Jika ditilik, tampilan netbook Gateway ini bak pinang dibelah dua dengan Acer Aspire One. Ini sebenarnya tak mengherankan, mengingat Acer-lah sekarang yang memiliki Gateway. Maka bagian dalamnya pun nyaris tak beda dengan milik Acer.
Lihat saja bagaimana Gateway LT1001G ini mengemaskan prosesor Intel Atom N270 1,6GHz, RAM 1GB, layar LCD 8,9” dengan resolusi 1024x600. Sebagai storage, terpasang harddisk dengan kapasitas 160GB. Selain itu, kabarnya netbook Gateway ini juga dilengkapi dengan modem 3G – yang kini juga disertakan pada model terbaru Acer Aspire One.
Di Singapura, netbook Gateway LT1001G dijual dengan harga sekitar US$ 458. Belum diketahui apakah Gateway alias Acer juga berniat merilisnya ke belahan dunia lain, termasuk Indonesia.
To Continue Read, Click Here...
Dengan 3 Merek Baru, Acer Siap Garap Semua Segmen
Pangsa pasar yang semakin luas untuk digarap merupakan alasan utama langkah Acer Inc mengambil alih beberapa merek lain. Hal tersebut dikatakan oleh, Daniel Rusmandi, Direktur Marketing Acer Indonesia di Jakarta (12/3) mengomentari langkah perusahaan Taiwan itu yang mengakuisisi eMachine, Packard Bell, dan Gateway.
"Pasar sudah semakin dinamis, dan Acer menyadari akan sulit meng-capture pasar hanya dengan satu brand saja, " kata Daniel di sela peluncuran produk pertama Gateway di Indonesia. Sejak tahun 2007 kemarin, pihak Acer Inc telah melakukan akuisisi ketiga pemilik merek yang selama ini bermain di segmen pasar berbeda.
Daniel menjelaskan masing-masing merek mempunyai wilayah pemasaran masing-masing. eMachine yang menawarkan fungsi dasar sebuah komputer dipasarkan di luar Jakarta, seperti Surabaya dan Medan.
Untuk eMachine, Acer Indonesia telah mulai memasarkannya sejak November tahun lalu. Ia mengatakan, semenjak dipasarkan, eMachine telah merebut 18 persen dari keseluruhan pasar Acer di Indonesia.
"Tanggapan pasar terhadap eMachine sangat positif, sepertinya kita mengeluarkan pada waktu yang tepat, " ujar Daniel.
Sedangkan untuk Gateway yang baru saja diluncurkan hari ini, Acer melirik pasar di Jakarta. Gateway memang berbeda segmen dengan eMachine karena menyasar anak-anak muda dengan desain yang stylish.
"Masyarakat Jakarta lebih memperhatikan style di banding masyarakat di kota lain, tapi tidak menutup kemungkinan akan dipasarkan di wilayah lain, " terang Daniel.
Sementara untuk Packard Bell, sejauh ini tidak ada rencana Acer untuk memasukkannya ke Indonesia. Menurut Daniel, produk-produk Packard Bell lebih cocok untuk dipasarkan di Eropa dengan desain rigid, kinerja powerful, dan harga lebih mahal namun tidak terlalu menonjolkan gaya.
To Continue Read, Click Here...